Kirab Obor Mangkunegaran 2026

Jumat (20/3), Mangkunegaran menyelenggarakan kirab obor dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Api kirab obor dibawa dari dapur KokenMangkunegaran, menuju Al Wustho, mengelilingi Pura Mangkunegaran. Takbiran, kirab dan berbagi jaburan berlangsung dari pukul 19.00 sampai dengan 20.30 WIB.
Kirab Obor Mangkunegaran diikuti sekitar 300 peserta, yang diawali oleh barisan Santiswaran disusul perlambangan koken, kemudian Yogi Swara, abdi dalem dan seluruh Kawula Mangkunegaran.
Api obor yang dikirab berasal dari api dapur koken Mangkunegaran, sebagai perlambangan api kehidupan dengan kesejahteraan serta kemakmuran. Takbiran sambil berkeliling menggambarkan semangat silaturahmi, gotong royong, dan kekuatan.
Rute Kirab Obor Mangkunegaran, berangkat dari Masjid Al-Wustho mengelilingi Pura Mangkunegaran melalui sisi barat ke Jalan Raden Mas Said, Jalan Ronggowarsito, Jalan Kartini, Jalan Slamet Riyadi, Ngarsopuro, dan berhenti di Pamedan, Mangkunegaran. Kegiatan ini juga menghadirkan tradisi Tumpeng Jaburan, menjadi simbol syukur dan keberkahan dalam budaya Jawa yang diwujudkan melalui berbagi makanan bersama warga.
Tumpeng jaburan berukuran 2,5 meter, terdiri dari jeruk hijau di lapisan paling bawah, arem-arem, nogosari, jeruk kuning, dan kue lumpur di susunan paling atas. Jaburan dalam bahasa arab, a’jaba, artinya memberi/njebur, yaitu ikut kedalam kemenangan, wujud kemakmuran dan sebagai wujud silaturahmi Mangkunegaran terhadap seluruh kawula Mangkunegaran.
Rombongan dan Kawula Mangkunegaran yang telah menyelesaikan kirab di Pamedan Mangkunegaran dan disambut oleh GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) didampingi Walikota Surakarta, Respati Ardi, Kanjeng Pangeran Haryo Tjuk Susilo selaku Pengageng Kawedanan Mondropuro dan para pengangeng kawedanan Mangkunegaran.
Obor yang telah selesai dikirab kemudian dikembalikan secara simbolis kepada Gusti Sura, dilanjutkan pembagian jaburan kepada seluruh abdi dalem dan Kawula Mangkunegaran yang mengikuti takbiran serta masyarakat di Pamedan, Mangkunegaran.
Mangkunegaran sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk merayakan malam takbiran dalam suasana yang penuh solidaritas. Kegiatan ini menjadi upaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keagamaan yang berpadu selaras dengan tradisi masyarakat Jawa. Kirab Obor dan Tumpeng Jaburan menjadi bentuk nyata dari semangat berbagi dan harmoni sosial.