Merayakan Keberagaman, Mangkunegaran Menggelar Rangkaian Acara Cap Go Meh

Merayakan Keberagaman, Mangkunegaran Menggelar Rangkaian Acara Cap Go Meh
Para penampil Setu Pon pada MNFest: Cap Go Meh (15/2).

Jumat - Sabtu (14-15/2), Mangkunegaran didukung oleh Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) menyelenggarakan rangkaian perayaan Cap Go Meh Imlek 2576 Kongzili, MNFEST: Cap Go Meh, High Tea, dan Royal Dinner Mangkunegaran, sebagai ruang kolaborasi budaya dan harmoni keberagaman budaya yang selaras dengan nilai-nilai Mangkunegaran.


Keseluruhan acara dibuka dengan MN FEST: Cap Go Meh di Pamedan Mangkunegaran secara simbolis dengan pemukulan gong oleh G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, sebagai perwakilan dari Mangkunegaran, pada Jumat (14/2). Masyarakat yang menyaksikan pembukaan MNFEST: Cap Go Meh mendapatkan nasi berkat sebagai ucapan rasa syukur dan doa baik untuk terselenggaranya rangkaian acara Cap Go Meh di Mangkunegaran.


MN FEST: Cap Go Meh menghadirkan berbagai kuliner dan pagelaran budaya yang merepresentasikan akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara diantaranya: Reog Ponorogo, Wushu, dan Barongsai. Selain itu, pergelaran MN FEST: Cap Go Meh yang bertepatan dengan Setu Pon, hari kelahiran K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X, juga akan menghadirkan Pagelaran Setu Pon dari Kawedanan Panti Budaya Mangkunegaran. Pagelaran Setu Pon yang biasanya diselenggarakan di Dalem Prangwedanan menjadi dipindah ke Pamedan Mangkunegaran dalam rangka merayakan Cap Go Meh di Mangkunegaran.


“Kehadiran Pagelaran Setu Pon dalam MN FEST merupakan bentuk kolaborasi dan harmoni keberagaman kebudayaan di Mangkunegaran,” tutur G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, Pengageng Kawedanan Panti Budaya Mangkunegaran (15/2).


Dalang Cilik.jpeg

Di tempat terpisah, High Tea edisi Cap Go Meh diselenggarakan di Pracimasana pada Sabtu sore (15/2). High Tea merupakan tradisi perjamuan teh yang terdapat pada masyarakat Tionghoa. Pertunjukan seni yang memadukan budaya Tionghoa dan Jawa akan ditampilkan dalam High Tea sebagai harmoni dalam kebudayaan, salah satunya pertunjukan wayang oleh dalang cilik.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan Mangkunegaran Royal Dinner Cap Go Meh di Pendhapa Ageng pada Sabtu malam (15/2). Para tamu undangan disuguhkan berbagai makanan khas Mangkunegaran dari Pracimasana dengan iringan penampilan tari klasik, musik keroncong dari Endah Laras, dan seni tradisional Mangkunegaran sebagai representasi warisan budaya.


Kanjeng Benny Pidato.jpeg

Dalam kesempatan Royal Diner edisi perayaan tahun baru Ular Kayu ini, K.P.H. Benny Irawan sebagai perwakilan Mangkunegaran memberikan pidato sambutan bagi para tamu undangan yang telah hadir. “Mari jadikan malam ini sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat semangat kerja keras, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah kita.,” tutur Kanjeng Benny dalam sambutannya.


Keseluruhan rangkaian perayaan Cap Go Meh di Mangkunergaran merupakan bagian dari perayaan Tingalan Jumenengan Dalem Kaping 3 S.I.J. K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X yang mengangkat nilai kolaborasi dalam visi “Culture Future”.

Lainnya yang serupa