Tingalan Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X Kaping 4

Tingalan Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X Kaping 4

Selasa (27/1), Mangkunegaran menyelenggarakan Tingalan Jumenengan Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (S.I.J.) K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X Kaping 4 di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran.


Acara Tingalan Jumenengan S.I.J. K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X Kaping 4 dibuka dengan penampilan Korps Musik Korem Warastratama bersama Bregada Mangkunegaran yang membawakan Mars Pareanom dan defile, sebagai sambutan kepada para tamu undangan yang telah hadir.


Prosesi adat Tingalan Jumenengan dimulai dengan dimainkannya Gendhing Ketawang Puspawarna yang mengiringi kedatangan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X dari Dalem Ageng menuju Paringgitan. Kemudian, prosesi adat dilanjutkan dengan penampilan Beksan Bedhaya Anglir Mendung .yang disaksikan secara khidmat oleh para tamu undangan.


Tingalan Jumenengan S.I.J. K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X Kaping 4 juga menghadirkan penampilan kontemporer dari R.Ngt.T. Dr. Peni Candra Rini yang berjudul Asmaradhana Djiwa Djiwa sebagai persembahan untuk K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X.


Dalam kesempatan ini, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X menyampaikan Sabda Dalem Tingalan Jumenengan Kaping 4 dengan mengajak untuk menjaga ruang hidup melalui kesadaran dan mewujudkan keselarasan hidup.


“Dalam menjalani hidup seorang manusia harus meneliti suatu tujuan tetapi tidak boleh kehilangan arah dan cara. Seperti falsafah penunggang kuda, arah perlu dipahami. Melangkah dengan konsisten serta kerja keras jalani dengan ketekunan,” tutur K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X dalam Sabda Dalem Tingalan Jumenengan Kaping 4.


Simbol kuda diangkat dalam Tingalan Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X Kaping 4 yang bertepatan dengan Tahun Dal 1959 dimaknai sebagai komitmen Mangkunegaran untuk bergerak dengan perencanaan yang matang, berkelanjutan, dan selaras dengan perkembangan masyarakat. Dalam siklus Windu tahun kalender Jawa, tahun Dal diyakini sebagai fase ujian dan keteguhan dalam kehidupan.


Selain mengundang tamu dari berbagai instansi pemerintahan dan budaya, Mangkunegaran juga turut mengundang masyarakat umum untuk menyaksikan prosesi Tingalan Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X Kaping 4 di Pura Mangkunegaran. Sebanyak 1000 masyarakat umum yang terdiri dari siswa-siswi sekolah dan komunitas di Kota Surakarta hadir sebagai upaya agar masyarakat, khususnya generasi muda, berperan aktif dalam berbagai kegiatan di Mangkunegaran, baik yang bersifat tradisi maupun non tradisi.


Tingalan Jumenengan Dalem Kaping 4 S.I.J. K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X menjadi arah laku Mangkunegaran satu tahun kedepan, terus dirawat keberlanjutannya. Mangkunegaran mengupayakan kebahagiaan yang dirawat melalui kesederhanaan dan dijaga lewat kesadaran bersama.


Lainnya yang serupa